Postingan

Krisis di Inggris Makin Ngeri, 2 Hal Ini Biang Keladinya

  Krisis di Inggris Makin Ngeri, 2 Hal Ini Biang Keladinya Jakarta, CNBC Indonesia  - Inggris saat ini sedang dilanda krisis. Krisis ini ditandai dengan harga energi yang melambung diikuti dengan permasalahan rantai pasokan kebutuhan. Hal ini pun memicu peringatan musim dingin yang akan sangat sulit di negara tersebut. Pasalnya dalam musim dingin kebutuhan masyarakat seperti energi untuk pemanas hingga bahan makanan akan mengalami peningkatan yang pesat. "Kami tahu ini akan menjadi tantangan dan itulah mengapa kami tidak meremehkan situasi yang kami hadapi," kata Menteri Bisnis Kecil Inggris Paul Scully sebagaimana dilaporkan  CNBC International , Sabtu (25/9/2021). Sementara itu, pemandangan permasalahan pasokan sudah mulai terlihat di beberapa supermarket dan SPBU. Dalam laporan  Sky News , barang-barang seperti bahan pangan sehari-hari, makanan peliharaan, daging dan ayam, bir, elektronik, dan peralatan rumah sudah mulai terlihat kosong. Penyebab Krisis Krisis yan...

Anak Buah Erick: Holding BUMN Pariwisata Terbentuk di 2023

Anak Buah Erick: Holding BUMN Pariwisata Terbentuk di 2023   Jakarta, CNBC Indonesia  - Pemerintah mau membentuk holding BUMN pariwisata yang ditargetkan selesai pada 2023 mendatang. Perkumpulan perusahaan pelat merah di sektor pariwisata itu akan dinamakan InJourney. Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menjelaskan, proses pembentukan holding dilakukan beberapa langkah. Untuk tahapan awal masih menunggu Peraturan Pemerinah (PP) disahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menjabarkan tahap pertama yang dilakukan adalah pengalihan saham seri B milik negara di PT Hotel Indonesia Natour, PT Sarinah, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC), PT Angkasa Pura I, PT Ankgasa Pura II, sebagai tambahan penyertaan modal negara ke dalam modal saham PT Aviasi Pariwiata Indonesia (Persero). Lalu menunggu proses Inbreng ITDC pascaproses PMN, ditargetkan menjadi anggota holding pada akhir tahun 2021. Begitu juga Garuda Indonesia ditargetkan menjadi anggota pada 20...

Induk Axiata Obral Saham EXCL Rp 1,4 T, kok Diam-diam Dijual?

Induk Axiata Obral Saham EXCL Rp 1,4 T, kok Diam-diam Dijual? Jakarta, CNBC Indonesia  - Perusahaan induk PT XL Axiata Tbk (EXCL), Axiata Investment Sdn Bhd, akan menjual sebagian kepemilikan sahamnya senilai US$ 101,2 juta atau sekitar Rp 1,44 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.250 per US$. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen EXCL mengumumkan bahwa Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki secara tidak langsung oleh Axiata, pada 27 September 2021 mengadakan perjanjian jual beli (SPA, sales puschase agreement) dengan tiga pembeli. Ketiganya yakni Ferrymount   Investments Limited (FIL), Procap Partners Ltd (Procap) dan Tiga Investments Pte Ltd (Tiga Investments) yang akan menyerap pelepasan saham milik Axiata Investment sebanyak 533.409.349 saham biasa di XL. Jumlah itu mewakili sekitar 5% kepemilikan saham di XL dengan nilai Rp 1,44 triliun (setara dengan sekitar RM 42...

Corona Bukan Satu-satunya yang Bikin Pedagang Pasar Rugi

Gambar
  Corona Bukan Satu-satunya yang Bikin Pedagang Pasar Rugi Jakarta  -  Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengungkap tidak hanya COVID-19 yang telah merugikan pedagang pasar. Salah satunya yang merugikan adalah tata bangunan pasar yang dinilai malah merugikan pedagang. "Pasar dibangun begitu aja akhirnya desainnya kemudian layout-nya, nanti yang di lantai atasnya nggak laku akhirnya jadi kumuh dan seterusnya. Karena apa, itu dibangun berdasarkan arsitek atau desain nya itu tidak sesuai dengan pasar," Ketua Umum APPSI, Sudaryono dalam dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi VI dengan APPSI, Selasa (14/9/2021). "Banyak pasar-pasar sekarang rugi bukan hanya karena COVID-19 tapi juga karena pembangunan yang kita tidak dilibatkan sehingga secara model itu nggak masuk," tambahnya. Untuk itu, pihaknya meminta agar pedagang pasar dilibatkan dalam perencanaan dan pembangunan pasar. Pembangunan pasar itu dilakukan dalam dua cara, pertama oleh pemerintah menggun...

BPK Temukan Rp 2,94 T Dana Penanganan COVID Bermasalah

BPK Temukan Rp 2,94 T Dana Penanganan COVID Bermasalah   Jakarta  -  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 2,94 triliun dalam  Penanganan COVID-19  dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) selama 2020. Hal itu berdasarkan 2.843 permasalahan yang ditemukan. Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan permasalahan tersebut meliputi 887 kelemahan sistem pengendalian intern, 715 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, dan 1.241 permasalahan 3e (ketidakhematan, ketidakefisienan, ketidakefektifan). "BPK melakukan pemeriksaan komprehensif berbasis risiko terhadap 27 Kementerian/Lembaga, 204 pemerintah daerah dan 10 BUMN dan badan lainnya. Hasil pemeriksaan atas PC-PEN tersebut mengungkap 2.170 temuan yang memuat 2.843 permasalahan senilai Rp 2,94 triliun," kata Agung dalam workshop bertajuk 'Deteksi & Pencegahan Korupsi' dilihat secara virtual, Selasa (14/9/2021). Agung menjelaskan alokasi ang...

Soft skill & Hard skill pada dunia karier

Gambar
  Soft skill  &  Hard skill  pada dunia karier Soft skill  &  Hard skill Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran  hard skill  saja tetapi juga piawai dalam aspek  soft skill nya. Dunia pendidikan pun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis ( hard skill ) saja, tetapi lebih kepada kemampuan mengolah diri dan orang lain ( soft skill ). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan ditentukan sekitar 20% oleh  hard skill  dan sisanya 80% oleh  soft skill . Di dalam dunia kerja pula, saat ini bukan hanya nilai akademis tinggi yang dicari tetapi juga keahlian yang mumpuni dalam suatu bidang. Persiapan untuk memasuki dunia kerja pun tidak semudah yang dibayangkan. Kemampuan atau skill yang bagus sangat membantu dalam bekerja tetapi t...

Bank Indonesia Tetapkan Suku Bunga Acuan Tetap 3,5 Persen

Bank Indonesia Tetapkan Suku Bunga Acuan Tetap 3,5 Persen  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 April 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga deposito sebesar 2,75 persen, dan suku bunga pinjaman sebesar 4,25 persen. "Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari meningkatnya masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun prakiraan inflasi yang tetap rendah," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam paparan hasil RDG, Selasa (20/4/2021). Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut, BI lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif, akselerasi pendalaman pasar uang, dukungan kebijakan internasional, serta digitalisasi sistem pembayaran. Dalam paparan RDG kali ini, BI memutuskan untuk menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 4,1 hingga 5,1 persen pa...